Showing posts with label Baluta. Show all posts
Showing posts with label Baluta. Show all posts

December 11, 2016

Pulau Tanah Masa, Nias Selatan

Ingin berbagi sedikit tentang geografi tempat ini, tempat dimana saya
Ditempatkan Tuhan melayaniNya, melalui orang orang disini. Lebih suka  menyebut ini pelayanan dibanding pekerjaan..hehe

Kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias Selatan dan masih Provinsi Sumatera Utara yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kurang tau berapa desa di kecamatan Tanah Masa ini, tapi yang menjadi daerah kekuasaan kami (red :area kerja) hanya sembilan desa dari beberapa belas desa..haha
Nah sembilan desa itu adalah.....jeng jeng..haha
Baluta, Eho Baluta, Bawo Ofolua, Hale Baluta, Bawo Orodua, Hiligeho Sogawu, Sifahuruasi, Makole, Jeke.

Nama desanya lucu ya,hehe
Base kami ada di desa Baluta, dekat kantor camat Tanah masa. Desa Eho Baluta, Bawo Ofolua,Hale Baluta masih bisa ditempuh lewat jalan darat menggunakan sepeda motor tetapi Bawo Orodua, Hiligeho Sogawu, Sifahuruasi, Makole dan Jeke harus menggunakan Kapal (jalur laut) karena belum ada jalan untuk sepeda motor kecuali mau jalan kaki berjam-jam untuk Bawo Orodua dan Hiligeho Sogawu (lewat hutan belantara) sedangkan 3 desa terakhir harus jalur laut karena pulaunya terpisah dari daratan pulau Tanah Masa.

Tello, yang sering saya sebutkan merupakan kecamatan Pulau-Pulau Batu yang dekat dengan pulau Tanah Masa. Tingkat kesejahteraan penduduk di Tello lebih tinggi dibandingkan di Tanah Masa.

Bisa lihat di peta pulau Sumatera, dimana letak pulau Tanah Masa ini, dibawah Sibolga ada Pulau Nias nah  dibawah pulau Nias ada Pulau kecil lagi, nah itulah dia..hahhahaa
Jauh loh, tapi kami disini juga masih NKRI, kami masih mengibarkan Sang saka merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia raya" kalau 17 an dan di upacara hari senin disekolah.
Tidak pernah terbayangkan, saya bisa sampai disini dan melihat kehidupan disini, ketika melihat kembali peta indonesia ternyata masih banyak lagi pulau-pulau kecil yang tersebar sepanjang nusantara kita ini dan baru sadar di sana dipulau yang kecil sekali itu masih banyak kehidupan yang harus diperhatikan dan perlu di doakan. Terpencil, terisolir dan jauh dari keramaian kota dan dari informasi-informasi dunia luar.

Mari kita doakan bersama semoga pemerataan kesejahteraan di Indonesia segera terlaksana. Semangat pak Presiden kami, Tuhan beserta bapak

Baluta, desember 2016
Tulisan agak tidak nyambung..haha

Read More......

April 17, 2016

See..

Hari ini disini, di salah satu desa di kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nisel. Ada hal yang benar-benar baru kuketahui, jika selama ini aku hanya mendengarnya dari rekan-rekan maka hari ini aku melihatnya sendiri.
Acara pernikahan atau yang disebut tome, sangat ramai. Acara pernikahan masih hari senin nanti tanggal 11 april tapi dari hari ini tanggal 9 april dirumah mempelai wanita sudah sangat ramai. Dan, si wanita sudah didandani secantik mungkin dengan menggunakan pakaian adat mereka. Ini masih pagi nanti sore katanya pakaian akan diganti terus dengan kebaya- kebaya yang lain sampai hari H nantinya. Aku tidak yau bagaimana dirumah mempelai pria karena kami tidak kesana, mungkin akan ramai juga.

Melihat keadaan disini, tome ini sangat meriah sepertinya. Tapi yang begitu aku herankan kenapa setiap orang yang datang melihat si mempelai wanita  yang duduk manis didalam kamar dengan pakaian dan dandanan yang cantik akan memeluk si wanita dan menangis. Si mempelai wanita juga akan ikut menangis. Tanya punya tanya ternyata begitulah kebiasaan disini mereka akan menangis karena si wanita akan pergi ke rumah mempelai pria dan katanya dia akan bekerja disana untuk mengabdi dikeluarga barunya terlebih untuk membayar hutang. Ternyata semua biaya untuk acara tome yang sangat meriah ini sebagian besar adalah uang pinjaman, jadi ketika mereka selesai menikah mereka harus bekerja keras untuk membayarnya.
Jika dipikirkan sungguh sangat aneh bukan, seharusnya jika kita tidak mempunyai begitu banyak modal kenapa harus sebegitu meriahnya bahkan sampai berhari-hari. Bagi sebagian orang disini menikah bukan hal yang membahagiakan tapi apa daya disini pihak wanita yang sudah dilamar terlebih sudah ditunangkan tidak bisa menolak permintaan pihak laki-laki. Terlalu banyak gadis disini yang tidak berani menolak jika ada lelaki yang melamar walaupun sebenarnya mereka tidak suka. Itu yang aku bingungkan alasannya apa kenapa mereka takut menolak padahal tau nantinya harus bekerja keras untuk membayar semuanya. mulai dari acara tunangan hingga tome disini bisa menghabiskan biaya sampai 150 juta.

Ini tidak terjadi bagi semua orang disini hanya saja sebagian besar pasti begitu. Apapun itu, entahlah yang jelas didalam kemeriahan ini disuasana yang begitu ramai dan banyak orang yang tertawa ada satu wajah yang begitu lusuh dan begitu muram. Padahal, wajah ini begitu cantik dengan pakaian yang begitu indah, mungkin dia sedang berpikir menerawang jauh kedepan tentang keluarga barunya.

Tetapi mungkin hanya sementara saja dia begitu muram. Kebanyakan orang disini setelah beberapa tahun pernikahan, biaya yang tadi digunakan untuk tome sudah terbayar lunas maka keluarga mereka tetlihat bahagia.

Aku berharap begitu juga pada wanita ini, semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan padanya dan mengembalikan senyum cantiknya.

Hari Pernikahan bagi sebagian orang disini bukan hari yang membahagiakan tetapi hari penuh tangisan.

*hal ini bukan ke semua orang terjadi tetapi hanya sebagian orang disini.

Bahagialah adik kecil, Iya kamu harus bahagia

Read More......