January 1, 2017

1 januari 2017

Happy new year, selamat tahun baru
Mari berjalan bersama Tuhan dan semoga kita selalu bersyukur dan bahagia dalam perjalanan kita ini.
Apa yang kita inginkan boleh tercapai dan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Rumah.

Huondoskon bani Jesus haganupan dirikon, Ia do pasangaponku sadokah bai goluhkon.

Read More......

December 22, 2016

22 des 2016

Selamat hari ibu untuk semua ibu di dunia, semoga semua ibu selalu berbahagia dan diberkati Tuhan.
Terima kasih Tuhan boleh adakan para ibu untuk kami semua anak-anak yang ada.

"Selamat hari ibu mak, Ipasu-pasu Tuhan pargoluhan mamak da"

Rumah, 22 desember 2016
terima kasih Tuhan :*

Read More......

December 11, 2016

Pulau Tanah Masa, Nias Selatan

Ingin berbagi sedikit tentang geografi tempat ini, tempat dimana saya
Ditempatkan Tuhan melayaniNya, melalui orang orang disini. Lebih suka  menyebut ini pelayanan dibanding pekerjaan..hehe

Kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias Selatan dan masih Provinsi Sumatera Utara yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kurang tau berapa desa di kecamatan Tanah Masa ini, tapi yang menjadi daerah kekuasaan kami (red :area kerja) hanya sembilan desa dari beberapa belas desa..haha
Nah sembilan desa itu adalah.....jeng jeng..haha
Baluta, Eho Baluta, Bawo Ofolua, Hale Baluta, Bawo Orodua, Hiligeho Sogawu, Sifahuruasi, Makole, Jeke.

Nama desanya lucu ya,hehe
Base kami ada di desa Baluta, dekat kantor camat Tanah masa. Desa Eho Baluta, Bawo Ofolua,Hale Baluta masih bisa ditempuh lewat jalan darat menggunakan sepeda motor tetapi Bawo Orodua, Hiligeho Sogawu, Sifahuruasi, Makole dan Jeke harus menggunakan Kapal (jalur laut) karena belum ada jalan untuk sepeda motor kecuali mau jalan kaki berjam-jam untuk Bawo Orodua dan Hiligeho Sogawu (lewat hutan belantara) sedangkan 3 desa terakhir harus jalur laut karena pulaunya terpisah dari daratan pulau Tanah Masa.

Tello, yang sering saya sebutkan merupakan kecamatan Pulau-Pulau Batu yang dekat dengan pulau Tanah Masa. Tingkat kesejahteraan penduduk di Tello lebih tinggi dibandingkan di Tanah Masa.

Bisa lihat di peta pulau Sumatera, dimana letak pulau Tanah Masa ini, dibawah Sibolga ada Pulau Nias nah  dibawah pulau Nias ada Pulau kecil lagi, nah itulah dia..hahhahaa
Jauh loh, tapi kami disini juga masih NKRI, kami masih mengibarkan Sang saka merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia raya" kalau 17 an dan di upacara hari senin disekolah.
Tidak pernah terbayangkan, saya bisa sampai disini dan melihat kehidupan disini, ketika melihat kembali peta indonesia ternyata masih banyak lagi pulau-pulau kecil yang tersebar sepanjang nusantara kita ini dan baru sadar di sana dipulau yang kecil sekali itu masih banyak kehidupan yang harus diperhatikan dan perlu di doakan. Terpencil, terisolir dan jauh dari keramaian kota dan dari informasi-informasi dunia luar.

Mari kita doakan bersama semoga pemerataan kesejahteraan di Indonesia segera terlaksana. Semangat pak Presiden kami, Tuhan beserta bapak

Baluta, desember 2016
Tulisan agak tidak nyambung..haha

Read More......

Setelah membaca-baca tulisan di blog ini akhir-akhir ini, sepertinya blog ini beralih fungsi menjadi tempat curhat..hahhaha

Ini masih cerita tentang pulau-pulau batu ini, tentang pulau-pulau di salah satu sudut sumatera utara ini, masih di kecamatan Tanah masa. Mendung,hujan, angin dan badai masih berlanjut. Hari sabtu, 3 desember kemaren setelah tour around pulau-pulau again kami kembali ke Pulau Tello ( kami punya base di Tello, walaupun base tetap kami ada di Baluta. Tapi kami sering ke Tello, di Tello ada sinyal sedangkan di Baluta tidak ada..haha) yang kebetulan pulau-pulau yg kami kunjungi dekat dengan Tello, jadi kami memutuskan untuk menginap di Tello dan beribadah disana. Keesokan harinya setelah ibadah minggu selesai, kami memutuskan untuk kembali ke Baluta, karena banyak hal yang harus segera dikerjakan sebelum kami liburan natal dan tahun baru nantinya.
Perjalanan Tello-Baluta ditempuh sekitar 1,5-2 jam dengan menggunanakan perahu bermesinkan robin (biasa kami pakai robin ama Erfin) ada juga biasanya kapal yang lebih besar dan kami biasa menyebutnya TS (biasa pake TS ama Romi). Awalnya perjalanan kami santai dan aman, tidak ada angin maupun badai karena matahari cukup cerah hari itu, tapi setelah sekitar 1 jam perjalanan, angin bertiup kencang dan gelombang dilaut jadi besar. Robin kami terombang ambing, awalnya agak sedikit takut tapi setelah melihat beberapa teman juga takut, entah kenapa aku jadi tidak takut lagi otakku mengatakan "jangan takut dep, Tuhan masih ada" iya begitu akhirnya aku mencoba menenangkan teman yang duduk didekatku "udah ga usah takut udah dekat darmaganya, itu udah kelihatan" yang memang sudah dekat..hahaa

Mengalami kejadian-kejadian badai akhir-akhir ini membuat saya merasa semakin kuat dan mengalami kasih Tuhan yang semakin nyata dalam kehidupan saya. Teringat akan salah satu ayat alkitab,
2 Korint 12:9 (SIMALUNGUN)  Jadi nini ma hu bangku, “Sungkup do idop ni uhur-Hu bam, ai ibagas hagalekon do gabe gok hagogohon. ” Ase dearan ma hupuji diringku halani hagalekon, ase sogop bangku hagogohon ni Kristus.

Iya, justru dalam kelemahankulah kuasa Tuhan menjadi sempurna, aku dikuatkan olehNya karena bagiku kasih karunia Tuhan sangat cukup dalam hidupku.

Akhirnya, perjalanan laut kami berakhir dan kami tiba dengan selamat di Pulau Tanah Masa (Baluta) ini. Setelah tiba di base, hujan kembali mengguyur tanah ini dan badai berlanjut hingga hari ini, beberapa kegiatan harus di cancel karena hujan yang tidak kunjung berhenti, pakaian sudah banyak yang basah, alhasil harus hemat pakai baju..haha

Cerita tentang badai, teringat kembali kejadian beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan juli ketika kapal yang kami tumpangi hendak kembali ke Baluta, hampir saja terbalik karena diterjang ombak pantai. Kejadian ini terjadi di Pulau Jeke, pulau terjauh yang menjadi area pelayanan kami sekitar 4-5 jam dari Baluta, yang menyebabkan kami harus tinggal 1 malam lagi di desa ini karena kapal kami rusak kena banting karang. Desa ini terletak dipinggir pantai laut lepas, jadi ombaknya sangat besar dan banyak karang dipinggiran pantai, jika masuk atau keluar pulau ini harus mengitung ombak kata penduduk sini yang nota bene kami tidak mengerti perhitungannya..hahaa

Baluta, Tanah Masa.
7 desember 2016.
Aku percaya, Aku punya Tuhan yang BESAAAAAAAAAAAR (tak terhingga) dibandingkan ombak-ombak ini bahkan ombak laut lepas ini sekalipun, karena ini semua dibawah kekuasaanNya..hehe

*untuk pengertian ombak dan gelombang ditulisan ini saya samakan saja..haha walaupun secara fisika itu berbeda.

Read More......

November 29, 2016

Perjalanan hari ini luar biasa, badai dari desa Makole hingga Baluta membuat jantung sedikit, bukan sedikit tapi banyak deg-degnya..hahha
Hari rabu kemaren berangkat dari Tello menuju pulau-pulau kecil yang lumayan jauh dari area tempat tinggal kami , tapi ditengah laut badai menghampiri jadi kami putuskan tidak jadi ke pulau kecil dan kembali ke Baluta dan akan melanjutkan perjalanan besok paginya.

Besok paginya sebelum ke makole kami memutuskan untuk pergi ke desa Sifahuruasi (pulau jauh) yang masih kecamatan Tanah masa terlebih dahulu, hari agak mendung tapi puji Tuhan tidak ada badai dan kami boleh tiba dengan selamat walaupun sorenya langsung badai lagi..haha
Melayani di desa ini menjadi ucapan syukur yang menyenangkan menurutku, entahlah bagaimana hanya saja aku merasa nyaman disini.

Setelah menginap semalam akhirnya kami bertolak ke desa Makole, yang lama perjalanan laut sekitar 1 jam, desa Makole letaknya tepat di depan Sifahuruasi. Menginjakkan kaki di pulau ini bukan yang pertama kali bagiku, ini kali ke-4 atau kelima aku lupa, tapi desa (pulau) ini masih saja sama seperti ada penolakan untuk kedatangan kami tidak tau kenapa, apa mungkin hanya perasaanku saja..haha

Tapi yang mau aku kasi tahu tentang pulau Makole ini adalah pantainya yang indah sekali yang sering disebut pantai pasir berbisik. Susah untuk menggambarkan keindahan pantainya yang bisa terucapkan hanya ucapan syukur kepada Tuhan karena aku boleh menginjakkan kaki ku di pulau-pulau kecil ini. Pulau yang dimana ketika kau melihatnya maka kau akan bersyukur sangat dalam kehidupan ini baik dalam segi keindahannya maupun kehidupan warganya.

Tanah Masa, 26 November 2016
Aku tidak takut badai karena aku sedang belajar mengemudikan kapalku.

Read More......

"Bukan hanya disana ada kebahagiaan, disini malah mubajir "
Mungkin kalimat itu ditujukan ke kami, iya ini hanya kemungkinan dan pemikiran kami saja. Ini tentang anak kami, anak yang dulu ku asuh tapi entah kenapa, mungkin juga salahku atau aku juga tidak tahu bagaimana hal ini terjadi tiba-tiba saja dia sudah pergi dariku, pergi dari kami. Awalnya kukira dia hanya bermain sebentar dan nantinya akan kembali lagi kepada kami, tapi ternyata tidak. Dia tidak pernah kembali, walaupun kami merindukannya dan aku merasa dia pun pasti merindukan kami tapi mungkin karena sesuatu hal dia tetap tidak mau kembali.

Melihat kami tertawa dan bahagia dengan anak kami yang lain mungkin dia juga ingin menunjukkan bahwa dia juga bisa bahagia tanpa kami.

Tidak masalah bagi kami ketika kau bahagia, malah sangat bagus. Ketika kau bahagia disana dengan banyaknya kebahagianmu disana berarti doa kami sudah dijawab Tuhan.

Iya semoga kalimat yang kau tulis itu benar dan asal kau tau tidak ada orang tua yang bahagia ketika anaknya pergi dan tidak kembali, mungkin tidak disetiap doaku tapi dibeberapa doaku namamu kusebut. Dan, kapanpun ketika kau ingin kembali ke ibu mu ini, silahkan datang jangan malu dan jangan merasa bersalah dengan semua yang sudah terjadi. Maafkan kami juga nak.

Read More......

November 21, 2016

Beberapa hari ini suara ombak begitu kuat disini, yang kebetulan rumah yang kami diami hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai.  Sedikit takut awalnya tapi ketika aku diingatkan Tuhan melalui membaca Mazmur 18:2-3 aku tau Dia besertaku, Dia membentengi aku dengan KemahakuasaanNya yang sempurna. Iya, hanya berserah saja kepada pemilik kita seutuhnya maka semua akan baik-baik saja.
Jangan kwatir, percayakan semua kehidupan ini kepada Sang Pemberi Kehidupan.
Beberapa hari terakhir ini aku diingatkan terus tentang KebesaranNya, tentang bagaimana aku harus sangat bersyukur dalam kehidupan ini, bagaimana aku harus memuji kebesaranNya. Ketika aku ditempatkan disini maka aku memang berguna disini.

Tulisan ini disambung setelah hampir 2 minggu..haha
Besok berencana ke pulau2 kecil yang lebih jauh lagi yang tidak ada sinyal. Semoga cuaca bagus dan kami boleh melayani disana dengan baik.
Amin

Tello Island, 22 nopember 2016
Jangan terlalu ekspektasi tinggi pada orang lain.
Berharap hanya pada Tuhan dan itu sudah paling Ok dep, ga akan kecewa kok..haha

Read More......