May 13, 2017

Aku

Yang pergi memang harus pergi, yang bukan bagianmu jangan kamu ambil bahkan memikirkan saja jangan. Berdoa saja semoga jatuh ditangan yang tepat.

Berjalanlah terus dalam sukacita Tuhan, perlihatkan senyummu kepada mereka yang tidak mau tersenyum. Karena seperti yang kau tahu bahwa senyum adalah suatu penyakit menular.

Baluta, 28 april 2017
Aku masih terus berjalan dengan sukacitaMu.

Read More......

Yip yip in my story

Desa Jeke, kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias selatan, SUMUT

Berharap ini terakhir ke desa ini, ke desa pinggiran pantai menghadap ke lautan lepas samudera hindia.
Juni tahun lalu mengalami kapal pecah terseret ombak ke pantai ketika ingin keluar dari desa ini, mei tahun ini rasanya ombak laut akan menelan saya ketika akan keluar lagi dari sini.
Desa dengan ombak yang luar biasa besar dan karang yang banyak dipinggiran sehingga ketika keluar masuk desa ini hanya memiliki jalan yang sempit itu juga harus menghitung ombak jika masuk dan keluar dan hanya warga lokal yang sudah tinggal lama di desa pesisir ini yang tau caranya.
Dua kali mengalami bahaya yang membuat saya benar-benar bertanya, apa maksud dan tujuan Tuhan menyuruh saya melayaniNya sampai kesini, sejauh ribuan kilo meter dari nyamannya kampung halaman saya disana.
Ketika tanggal 10 mei kami masuk, suasana lautan sangat tenang dan cuaca cerah dan kami begitu ceria karena baru kali ini begini dan kami berharap esoknya kami keluar cuaca juga begitu tapi nyatanya mau kami dan mauNya Tuhan sangat jauh berbeda. Kapal kami ada agak jauh dari pantai karena terlalu besar untuk merapat kepantai, jadi kami harus naik kapal kecil bermesinkan "robin" dari bibir pantai ke kapal. Awak kapal sudah dikapal dan memberikan tanda kepada kami agar segera menyusul, melihat tingginya ombak saya sudah mulai tidak tenang dan teringat akan kejadian setahun lalu tapi mau tidak mau kami harus keluar jika tidak ingin terlalu lama tinggal disini. Dibantu warga untuk menahan kapal kecil agar kami dibawa ke kapal besar, kami bertiga perempuan terlebih dahulu berangkat dengan 2 awak kapal, dua kakak yang didepan dan belakang saya menggunakan pelampung dan saya tidak karena memang hanya ada 2 pelampung dan entah karena apa juga saya memilih memberikan itu kepada mereka.
Setelah mereka menghitung semua warga melepaskan kapal kami dan kapal mulai berjalan, sekitar 3 menit berjalan tiba2 saya melihat ombak yang begitu tinggi akan segera menghantam kami rasanya saya ingin menangis tapi nyatanya tidak bisa hanya teriakan yang keluar dan dalam hati saya berkata "Terima kasih Tuhan" saya menutup mata, merasakan air membasahi wajah dan pakaian saya serta merasakan 2 hentakan ombak berikutnya setelah itu saya membuka mata saya tau bahwa kapal kami masih berjalan dan puji Tuhan, kami selamat sampai kapal.

ceritanya ga akan sama seperti yang dirasakan, susah mengungkapkannya dengan kata-kata.
Dua malam berturut-turut saya susah tidur karena setiap menutup mata maka saya teringat kembali badai yang kami hadapi, belum lagi ditambah suara ombak yang kedengaran dari tempat tinggal kami menambah rasa takut.

Takut iya, khawatir jelas tapi yang saya mengerti bahwa Tuhan saya selalu menolong saya, menyertai saya, Tuhan saya lebih besar dari gelombang laut ini. Saya akan terus menjalani ini, berjalan dijalan yang Tuhan mau karna mauNya lah yang akan terjadi karna saya ini kepunyaan Dia.

Pulau Tello, 13 Mei 2017

Mazmur 100:3 (TB)  Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Psalmen 100:3 (SIMA)  Botoh nasiam ma, Jahowa, Ia do Naibata. Ia do na manompa hita, Ia do simada hita, bangsa-Ni anjaha biribiri na pinarmahan-Ni.

Read More......

April 14, 2017

Good friday

Roh do au nuan Bamu, sai lumbangma uhurMu.
Domma pala matei Ham ibahen holongMu tumang;
Jalo Ham na sombuh on, parhioui tonduyhon.
(Haleluya no 211 ayat 3).

Jumat agung, mengingatkan kembali bagaimana Tuhanku disalibkan hanya untuk menyelamatkan aku manusia yang tidak layak untuk diselamatkan. Tapi, karena kasihNya yang begitu besar Dia memutuskan untuk menyelamatkan manusia berdosa ini.
Bagaimana lagi aku harus bersyukur kepadaNya selain menjadikan diriku pelayanNya yang setia dan hidup dalam jalan yang telah ditentukan kepadaku.
Iya, hanya itu. Aku bersyukur.

Rumah, 14 april 2017
Diatei tupama Bamu Ham Tuhan Jesus siapluah ahu.

Read More......

March 17, 2017

Teman-ikan gombeng

Menuliskan cerita tentang seseorang dalam buku catatanmu bukanlah hal yang mudah apalagi belum terlalu mengenal bagaimana orang itu, bagaimana kesehariannya dan bagaimana latar belakang kehidupannya. Ibarat seperti disuruh untuk menuliskan biograpi seseorang yang baru saja kamu kenal atau seperti disuruh berpidato tentang seseorang yang namanya baru kamu temukan disecarik kertas yang baru kamu ambil dalam toples undian..haha didepan umum lagi, nah lo apa yang mau kamu ungkapkan tentang orang itu.
----------------------------------------------------------------
Teman berjalan, teman makan, teman minum, teman cerita, teman bernyanyi, teman berbagi apapun yang bisa dibagi, teman bertengkar walaupun tidak tau apa yang dipertengkarkan..haha

Ada sebuah cerita, beginilah ceritanya.

Pada suatu hari di negeri yang tidak diketahui namanya, ada cerita tentang pertemanan ikan dan sayuran. Ikan tentu saja hidup didalam air dan sayuran tentu saja didaratan. Ikan dan sayuran sebelumnya tidak tahu bahwa nantinya mereka akan dipertemukan didalam sebuah wadah yang disebut piring dengan nasi didalamnya. Ketika ikan dan sayuran sudah diolah sedemikian rupa akhirnya mereka diletakkan di meja yang sama namun dalam tempat yang berbeda, mereka sudah saling mengetahui saat itu kalau mereka tidak sendirian ditempat itu. Nah, setelah sekian waktu yang sangat singkat akhirnya mereka dipersatukan juga diwadah itu, iya wadah yang sudah berisi nasi. Disitulah mereka pertama bertemu secara langsung dan mencoba saling memperkenalkan diri. Namun seiring berjalannya waktu, ada yang diketahui dari pertemanan ini, ternyata ikan dan sayur tidak akan sering bersama. Ikan akan selalu bisa bersama nasi begitupun sayur akan lebih sering bersama nasi. Ikan tidak bisa tanpa nasi tapi bisa tanpa sayur, sayur juga akan bisa tanpa ikan tapi tidak bisa tanpa nasi. Ikan dan sayur jarang dipersatukan dalam satu piring kecuali bagi orang yang diet karbo maka mereka akan bisa bersama tanpa nasi...hahhaa

*ini hanya cerita, tentusaja kalau dalam kehidupan nyata ikan, sayur dan nasi mau dimakan bagaimana caranya tergantung selera yang memakannya..haha

Cerita diatas mungkin kurang tepat, ada cerita lain yang mungkin lebih cocok.

Pertama dipertemukan ditempat pekerjaan namun masih berbeda divisi,  hanya saling tahu namun tidak mengenal. Setelah berlama-lama waktu, mungkin karna mauNya Tuhan akhirnya kami ditempatkan di divisi yang sama. Mungkin tidak saling menyukai namun tidak saling membenci juga, hanya mencoba berjalan bersama karena memang diharuskan berjalan dan bekerja bersama untuk untuk menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan kepada kami.

Berbeda karakter, berbeda sifat, berbeda kesukaan, kebanyakan berbedanya namun berbeda itu banyak menyenangkannya ternyata, haha. Seperti ikan dan sayur, laut dan daratan mungkin tidak dapat bersatu namun masih bisa berdampingan kan?
Nah, begitu jugalah kami seiring berjalannya waktu banyak yang berubah, walaupun mungkin masih tetap saling tidak menyukai namun kami mencoba untuk hidup berdampingan,  terus berjalan, bekerja bersama, saling mendukung, saling mengerti dan saling mendoakan satu sama lain.

Rekan kerja yang pada awalnya menyebutkan diri sebagai partner namun akhirnya kata yang cocok hanyalah Teman.
Iya, teman. Teman yang dikirimkan Tuhan untuk menguji kesabaran, untuk memenuhi puzle kehidupan. Teman yang dikirim Tuhan pada waktu yang tepat walaupun mungkin pada situasi dan kondisi yang kurang tepat. Aku tetap bersyukur.

Tanah Masa, Maret 2017
Ikan gombeng, apapun yang kau rasakan tetaplah tersenyum seperti sekarang sampai kita mengakhirinya dengan benar.
Selamat ulang tahun 12 hari lagi..haha

Read More......

January 28, 2017

Still, a second girl

Mengingat banyak hal yang diingat, maka mungkin judulnya memang tepat.

Hanya mungkin jika dipikirkan lagi dan diingat kembali maka judul itu sangat tidak tepat. Beberapa hari membiarkan judul itu saja tanpa ada post contentnya, karena memang masih bingung menulis apa..hahaha
Atau memang Tuhan memang menginginkan memikirkan kambali, apakah judul itu benar.

Still, (not) a second girl,
Hahahha

Read More......

January 21, 2017

Pulau Tello - Tanah Masa

Rute perjalanan terakhir, hingga akhirnya akan sampai ke tempat pelayanan.
Perjalanan saja hampir 9 hari dari rumah hingga kesini...hhaha
Upgrade pengendalian diri dep, melayani dengan tulus.
Abaikan yang perlu diabaikan, pedulikan yang perlu dipedulikan.

Semangat, mari kita mulai lagi.

Read More......

January 17, 2017

Teluk Dalam-Pulau Tello

17 Januari 2017
KM. SIMEULUE

Menuju persinggahan berikutnya, sebelum kembali ke Tanah Masa, daerah yang dipercayakan Tuhan.

Beberapa hari di Teluk Dalam, sebenarnya tidak ada yang bisa dilakukan tapi banyak hal yang sudah diputuskan.
Perjalanan laut selama 6,5 jam dari Teluk Dalam ke Pulau Tello, perjalanan ini cukup melelahkan dan menguras energiku. Agak sedikit terkapar lemah..hahaha
Hari minggu kemarin tanggal 15 januari sore aku mendapat kabar dari rumah bahwa oppung kami meninggal. Lama sekali berpikir apakah aku akan pulang lagi kerumah atau harus melanjutkan perjalanan yang sudah kuputuskan untuk melanjutkannya. Setelah berpikir lama, aku memutuskan untuk tidak pulang kerumah, yang sebenarnya aku juga tidak tau alasannya apa, kenapa aku tidak pulang, padahal gampang saja kalau aku mau pulang karena aku bisa mengambil penerbangan pertama dihari senin. Mungkin, hanya mungkin aku takut aku akan merubah kembali keputusanku untuk tetap melayaniNya disini.

Semua yang terjadi ada hal baiknya, walaupun kadang menurut kita itu tidak baik tapi bersyukur sajalah.
Menikmati pelayanan ini, menjalankanya dengan tulus, menyerahkan seutuhnya kehidupanku pada Tuhan, membawa penyembahan dan persembahanku padaNya, semoga semua berkenan padaNya.

16 januari 2017, selamat ulang tahun pudan kami. Tuhan mencurahkan kuasa Roh KudusNya samamu dek, dan semoga pelayananmu kepada Tuhan melalui masyarakat menjadi persembahan yang terbaik kepada Tuhan.

Berjuang kembali di pulau Tanah Masa, semoga Tuhan berkenan kepadaku.
Pulau Tello, semakin tambah pengendalian diri dan semakin bersyukur dep.

Read More......