August 22, 2017

22 agustus 2017

Syukur kepada Tuhan Allah yang menciptakan saya karena kasih karuniaNya yang sangat besar itu.

Semua doa yang disampaikan, diaminkan dan memohon agar diberikanNya pada waktuNya yang tepat.

Tetap setia dan bersabar.

Terima kasih untuk semua doa  yang terucap bahkan yang belum sempat diucapkan untuk saya, untuk semua kasih sayang yang boleh diterima, untuk semua orang didunia ini semoga selalu hidup bersyukur dan bahagia.

Untuk pink velvet dan dinding kamar yang dihias, aku sangat bersyukur.

Rumah, im 28th
Ibotoh Ham do sonaha uhurhu Tuhan, Amen.

Read More......

June 22, 2017

Catatan 1 dv

Ini tulisan tentang saya, tentang seorang perempuan yang usianya sudah 27 dan beberapa bulan lagi akan 28 tahun. Belum menikah dan masih menikmati begini walau terkadang sudah mulai ada lampu kuning dari orang tua. Tapi kali ini bukan tentang itu yang ingin saya tuliskan, ini tentang kehidupan saya dan karakter hidup saya yang terbentuk selama 1,5 tahun ini ketika saya hidup melayani di sebuah pulau kecil yang jauh dari kampung saya, dimana saya harus melewati pinggiran samudera hindia dengan segala keindahannya terlebih gelombang lautnya..haha
Hidup serumah dan bekerja bersama dengan orang yang bukan keluargamu dan bahkan belum pernah kau kenal sebelumnya, bukanlah hal yang mudah ternyata.
Senangnya banyak, sakitnya banyak juga, sukanya banyak banget, dukanya ada juga.

Bagaimana saya hidup serumah dan sekamar dengan seorang perempuan yang juga adalah kakak kelas saya dikampus dan ditempat kerja sebelumnya, bagaimana saya bertemu dengan tiga laki-laki yang belum pernah saya kenal dan belum tau karakter mereka.

24 jam sehari, 7 hari seminggu, selalu bersama mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Di ruang tamu ketemu, didapur ketemu, didepan rumah juga ketemu, iya yang dilihat mereka-mereka saja.

Hidup bersama mereka benar-benar mengubah sebagian prinsip hidup bahkan beberapa sifat saya. Kecuekan saya semakin hari semakin bertambah walaupun seiring itu sikap peduli saya juga meningkat dan entah bagaimana dua hal yang berbanding terbalik bisa berjalan kearah yang sama.
Grumble, salah satu hal negatif yang paling meningkat yang saya rasakan..haha. Greed (mungkin ini kata yang tepat tapi bukan dalam hal makanan tapi dalam hal hak milik) jika itu atau apapun yang sudah menjadi milik saya maka saya sangat tidak suka kalau ada yang mengganggu, mengingini dan mencuri punya saya, saya bahkan tidak akan rela berbagi.

Dibalik itu semua, banyak juga hal menyenangkan. Saya jadi bisa belajar menghargai pendapat orang lain, belajar menerima kekurangan orang lain, menerima semua sifat dan sikap keseharian mereka yang mungkin sangat tidak saya sukai. Mereka bisa menimbakan air mandi kepada kami yang tiba-tiba menjadi perempuan lemah saat ada disisi mereka..haha

Belajar semakin hari semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta saya dan saya bersyukur ketika saya bisa tinggal bersama mereka dan mereka bisa mengisi kehidupan saya.

Setelah, 2 bulan dibiarkan di draft akhirnya di posting saja malam ini tanpa melanjutkan tulisannya, mungkin kapan-kapan..haha

09 agustus 2017
Aku dirumah

Read More......

June 13, 2017

Between Tello and Tanah Masa

Antara pulau Tello dan pulau Tanah masa ada pulau Balegia. Kalau dari tello ke tanah masa, sebelum balegia maka tello masih kelihatan tapi setelah melewati perbatasan ini maka tello akan tertutup dan tanah masa yang akan kelihatan begitupun sebaliknya. Pada garis perbatasan ini kau tidak dapat melihat pulau yang bersebrangan ini, filosopinya pada titik ini jika dihadapkan pada dua pilihan maka kau tidak dapat mengambil keduanya, apapun yang terjadi kau harus memilih salah satu. Jika kau ingin melihat burung yang sedang terbang maka kau tidak bisa sekalian melihat singa yang sedang tidur di rerumputan karena kau tidak dapat mendongak sekaligus menunduk.

Mungkin begitulah kira-kira, jadi tinggal pilih saja salah satu Tello atau Tanah masa, atau mungkin ada pilihan lain kau boleh diam saja tanpa memilih jadi tinggallah di garis Balegia, Tapi diatas segalanya itu yang paling berkuasa adalah Kuasa Tuhan dan kehendakNyalah yang terjadi..hehe

Read More......

May 30, 2017

17.31

Ahh, seandainya saja hujan yang sangat deras ini bisa menghapus semua jejak yang sudah dibuat disini, segampang dia menghapus jejak kaki ayam yang lalu lalang yang menempel dipermukaan tanah. Mungkin akan sangat menyenangkan dan melegakan. Tapi, kenyataannya tidak..haha

Tapi meskipun tidak, terima kasih kepada Tuhan sudah menurunkan hujan sore ini membuat udara yang gerah dari tadi menjadi adem dan melegakan.

Teluk Dalam, Nias Selatan
30.05.17
Hujan turun sangat deras

Read More......

May 13, 2017

Aku

Yang pergi memang harus pergi, yang bukan bagianmu jangan kamu ambil bahkan memikirkan saja jangan. Berdoa saja semoga jatuh ditangan yang tepat.

Berjalanlah terus dalam sukacita Tuhan, perlihatkan senyummu kepada mereka yang tidak mau tersenyum. Karena seperti yang kau tahu bahwa senyum adalah suatu penyakit menular.

Baluta, 28 april 2017
Aku masih terus berjalan dengan sukacitaMu.

Read More......

Yip yip in my story

Desa Jeke, kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias selatan, SUMUT

Berharap ini terakhir ke desa ini, ke desa pinggiran pantai menghadap ke lautan lepas samudera hindia.
Juni tahun lalu mengalami kapal pecah terseret ombak ke pantai ketika ingin keluar dari desa ini, mei tahun ini rasanya ombak laut akan menelan saya ketika akan keluar lagi dari sini.
Desa dengan ombak yang luar biasa besar dan karang yang banyak dipinggiran sehingga ketika keluar masuk desa ini hanya memiliki jalan yang sempit itu juga harus menghitung ombak jika masuk dan keluar dan hanya warga lokal yang sudah tinggal lama di desa pesisir ini yang tau caranya.
Dua kali mengalami bahaya yang membuat saya benar-benar bertanya, apa maksud dan tujuan Tuhan menyuruh saya melayaniNya sampai kesini, sejauh ribuan kilo meter dari nyamannya kampung halaman saya disana.
Ketika tanggal 10 mei kami masuk, suasana lautan sangat tenang dan cuaca cerah dan kami begitu ceria karena baru kali ini begini dan kami berharap esoknya kami keluar cuaca juga begitu tapi nyatanya mau kami dan mauNya Tuhan sangat jauh berbeda. Kapal kami ada agak jauh dari pantai karena terlalu besar untuk merapat kepantai, jadi kami harus naik kapal kecil bermesinkan "robin" dari bibir pantai ke kapal. Awak kapal sudah dikapal dan memberikan tanda kepada kami agar segera menyusul, melihat tingginya ombak saya sudah mulai tidak tenang dan teringat akan kejadian setahun lalu tapi mau tidak mau kami harus keluar jika tidak ingin terlalu lama tinggal disini. Dibantu warga untuk menahan kapal kecil agar kami dibawa ke kapal besar, kami bertiga perempuan terlebih dahulu berangkat dengan 2 awak kapal, dua kakak yang didepan dan belakang saya menggunakan pelampung dan saya tidak karena memang hanya ada 2 pelampung dan entah karena apa juga saya memilih memberikan itu kepada mereka.
Setelah mereka menghitung semua warga melepaskan kapal kami dan kapal mulai berjalan, sekitar 3 menit berjalan tiba2 saya melihat ombak yang begitu tinggi akan segera menghantam kami rasanya saya ingin menangis tapi nyatanya tidak bisa hanya teriakan yang keluar dan dalam hati saya berkata "Terima kasih Tuhan" saya menutup mata, merasakan air membasahi wajah dan pakaian saya serta merasakan 2 hentakan ombak berikutnya setelah itu saya membuka mata saya tau bahwa kapal kami masih berjalan dan puji Tuhan, kami selamat sampai kapal.

ceritanya ga akan sama seperti yang dirasakan, susah mengungkapkannya dengan kata-kata.
Dua malam berturut-turut saya susah tidur karena setiap menutup mata maka saya teringat kembali badai yang kami hadapi, belum lagi ditambah suara ombak yang kedengaran dari tempat tinggal kami menambah rasa takut.

Takut iya, khawatir jelas tapi yang saya mengerti bahwa Tuhan saya selalu menolong saya, menyertai saya, Tuhan saya lebih besar dari gelombang laut ini. Saya akan terus menjalani ini, berjalan dijalan yang Tuhan mau karna mauNya lah yang akan terjadi karna saya ini kepunyaan Dia.

Pulau Tello, 13 Mei 2017

Mazmur 100:3 (TB)  Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Psalmen 100:3 (SIMA)  Botoh nasiam ma, Jahowa, Ia do Naibata. Ia do na manompa hita, Ia do simada hita, bangsa-Ni anjaha biribiri na pinarmahan-Ni.

Read More......

April 14, 2017

Good friday

Roh do au nuan Bamu, sai lumbangma uhurMu.
Domma pala matei Ham ibahen holongMu tumang;
Jalo Ham na sombuh on, parhioui tonduyhon.
(Haleluya no 211 ayat 3).

Jumat agung, mengingatkan kembali bagaimana Tuhanku disalibkan hanya untuk menyelamatkan aku manusia yang tidak layak untuk diselamatkan. Tapi, karena kasihNya yang begitu besar Dia memutuskan untuk menyelamatkan manusia berdosa ini.
Bagaimana lagi aku harus bersyukur kepadaNya selain menjadikan diriku pelayanNya yang setia dan hidup dalam jalan yang telah ditentukan kepadaku.
Iya, hanya itu. Aku bersyukur.

Rumah, 14 april 2017
Diatei tupama Bamu Ham Tuhan Jesus siapluah ahu.

Read More......