October 2, 2017

Catatan 2 dv nisel

Remember

18 Januari 2016 sekitar pukul 13.30 wib (lupa tepatnya..haha), pertama kali menginjakkan kaki di bandara Binaka Gunung Sitoli. Yup, NIAS.
Tidak sendiri karena bersama banyak orang tapi tidak ada yang dikenal..haha. dikarenakan teman (kakak kelas yang ngajak ke nias) yang seharusnya satu penerbangan malah ketinggalan pesawat. Agak sempat bingung apakah menginap dihotel di gusit menunggu teman yang akan datang besoknya atau melanjutkan perjalanan ke Teluk dalam (Nisel).

Adik bungsu juga mendadak heboh nelponin teman-temannya di gusit supaya menjemput karena si mama sudah heboh duluan ngubungi semua orang yang bisa dihubungi untuk melacak keberadaan saya..haha (padahalma saya biasa aja..serius ini).
Jadinya abang driver travelnya juga sempat bingung naikin barang atau ga ke bagasi mobil. Akhirnya, whateverlah..putusin betangkat ke teluk dalam bersama beberapa orang tentunya yang tidak dikenal juga dan kami akan bersama selama 2-3 jam dalam satu mobil travel..haha

Mobil melaju, tiap ada penunjuk arah pasti dibaca dan mencoba menanamkan dimemori otak, manatau salah jalan abang drivernya biar bisa ngingatin maksudnya..hahaa
Didalam mobil saya hanya diam saja kadang pura pura tidur sambil dengarin penumpang lain pada ngobrol, kebetulan saya duduk dibangku tengah dan posisi ditengah.

Dari kiri ke kanan saya posisinya begini :
Depan : penumpang (komandan polisi sepertinya), abang driver
Tengah : penumpang (anak buah polisi yang depan sepertinya), saya, penumpang (cewek dan tidur mulai dari naik mobil hingga turun mobil, bingung saya tau aja dia berentiin mobil ditempatnya padahal dianya tidur..haha).
Belakang : barang bawaan penumpang

Yang paling sering ngobrol itu antara abang driver,komandan dan anak buahnya ntah apa saja yang mereka bicarakan sepertinya sih sudah saling kenal, salah satu yang mereka bicarakan tentang warga dua desa yang agak didalam teluk dalam sana yang sedang tawuran bahkan polisi pun agak susah mendamaikan karena mereka agak keras katanya, tapi sampai hari ini gw ga tau itu dimana..haha

Saat melihat kiri kanan dan terpesona dengan  keindahan laut Nias yang katanya Bali kedua Indonesia (bersyukur bisa kesini) tiba-tiba penumpang sebelah bicara.

P: suster (read: biarawati) ya mbak?
D : aaa? (Dalam hati : tampang gini dengan pakaian begini dibilang suster?, pak ga ada topik yang mau dibicarakannya?) Ga mas, anak biasa kok. Ehhe
P : kita pernah ketemu di Tello ya (salah satu pulau yang akan dituju nantinya)
D : ahh, ga ah pak, baru pertama ini kok ke nias
P : ngapain ke nias?kerja ya?, diteluk dalam dimananya?
D : jalan-jalan, pelayanan ke ..... (nyebutin tempat kerja gw nantinya). (Saya bohong, kan saya mau kerja bukan mau jalan2..haha).
P : ohh..berapa lama disana?
D : ga tau, liat nanti kalo cocok lanjut kalo ga besok juga bisa balik..haha
P : ohh..

Habis itu langsung tutup mata pura pura tidur dan si pak polnya juga langsung tidur sepertinya, karna ga ada teman ngobrol..haha.

Setelah setengah perjalanan, teman seperjalanan yang harusnya berangkat bersama ke nias, memberi kabar kalau nanti akan ada yang menunggu saya dikantor teluk dalam, yaitu koordinator setempat dan teman saya sempat ngobrol sama drivernya supaya saya diturunin di titik kordinat kantor yang tepat..haha

Setelah sampai diteluk dalam satu persatu penumpang mulai turun, pertama cewek sebelah kanan yang tidur mulu, kedua komandan pol, ketiga harusnya pak pol tapi dia bilang ke driver antar saya aja dulu dan kami bertiga tinggallah didalam mobil sambil keliling nyari alamat kantor yang ga ada tulisannya, akhirnya setelah 2 atau 3 kali ngelewatin kantor yang kami belum tau dan akhirnya kami tau jadi berhentilah disitu, iya didepan kantor  dan pak pol nya bilang " ohh ini toh, kok ga ada tulisannya..haha)
Saya bayar ongkos (100 rb) yang besoknya baru saya tau kalo saya ditipu karna ongkos sebenarnya cuma 60 atau 70 rb..haha, coba pak polnya liat saya ditipu, ditangkep ga ya si abang driver..haha
Dan setelah tau itu, saya ngerasa bego seharian..Hhaa

Bawa travel bag, ransel, buka gerbang tiba-tiba ada abang abang pake baju biru muncul dan ngangkat travel bag saya dan ngajak masuk langsung ke kamar ngeletakin barang barang trus diajak keluar lagi untuk dipersilahkan duduk.
A : abang koor (bukan nama sebenarnya..haha)
D : devi boru saragih, adik kelasnya si kakak.
A: ohh iya, adek capek ya, udah makan?,...... ehh.. ini tolong beliin makan untuk adek ini ya (teriak ke salah satu staff nya)
D : ehh iya bang, makasi. Abang nias ya? (Muka polos, karna emang kya suku nias penampilan abangnya saat itu atau mata saya yang agak lelah kyanya..haha)
A: hahaha..emang mirip nias ya dek.
D : iya bang (masih datar)
A: hahaha..si kakak kelasmu ga bilang ya, abang batak dek marga pangaribuan dari medan.
D : hahhaa..iyanya bang, maaf bang.

Akhirnya ngobrol apa aja sekalian ngenalin ke staff nya semua yang pada hari itu saya ga ingat nama mereka semua, keesokan harinya kenalan lagi baru ingat. Setelah itu disuruh makan (lauk ikan kyanya) dan istirahat, merekanya pada pulang ke kosan masing-masing karena sudah jam pulang kecuali beberapa orang yang memang tinggal di kantor.
Sisa hari itu saya habisikan dengan mendap dikamar dan tidur karena bawaannya lelah dan ngantuk, bangun untuk mandi setelah itu tidur lagi bahkan makan malam pun tidak, ingat ada yang ngetuk pintu kamar untuk ngajak makan mie tapi ditolak karena mata berat banget..haha
Bahkan teman sekamarpun tidak terlalu dipedulikan, dia nanya hanya jawab seadanya bahkan saya ga ingat jawab apa saat itu..haha

Yup, that my first day in nias, malam ini entah kenapa ingin mengingat kembali hari itu dan dimasukkan kedalam catatan ini.

Apapun itu, saya bersyukur untuk semua orang yang saya temui satu hari itu, saya yakin mereka semua orang baik yang dikirim Tuhan untuk menemani saya, bahkan orang-orang yang hanya beberapa saat bertemu. Semoga mereka semua malam ini dalam lindungan kasih Tuhan. Amin

Aku dirumah, dikamarku dan sedang mengingat hari itu.
02 oktober 2017, 23. 40 wib.
Terima kasih.

Read More......

September 15, 2017

Project 2015 -2016

Project marsombuh sihol 2016 desa Pagar Manik, Kec. Silinda, Kab. Serdang Bedagai.

Buka buka file di laptop, nemu file project ini yang dikerjakan oktober 2015- 01 januri 2016 lalu bersama beberapa teman muda-mudi stm pagar manik, khususnya panpel marsombuh sihol 2016..haha walaupun file yang di upload ini yang versi ga lengkap..hahaha lagi

Waktu itu nara sumber utama ada beberapa orang:

1. Ev. Josep Sipayung (oppung siantar)
2. Noman Saragih (oppung/tua)
3. Mansur Silangit (oppung pamah)
4. Domin br Purba (pensiunan guru Sd GKPS Pamah) khusus bidang pendidikan.

Ceritanya mau buat tulisan tentang kampung halaman, tapi karna waktu yang terbatas jadinya hanya slide shownya saja yang ditampilkan. Padahal napak tilas (cuaca panas lagi..haha), foto2 dan rekaman suara sudah banyak..haha tapi jadinya hanya begini. Tapi gpplah yang penting ok.

Sebulan terakhir ini ngelihat teman-teman kampung sibuk rapat acara marsombuh sihol jadi terngita 2 tahun lalu waktu masih jadi panitia salah satu acara terbesar dikampung kami. Acara marsombuh sihol (acara temu kangen semua warga kampung baik yang sudah merantau maupun yang masih tinggal dikampung).

Semangat euy panitia 2018 😆😆

https://drive.google.com/file/d/0B6O2agaKA7I8RjdHY1Y4cVp2X1U/view?usp=drivesdk

Read More......

August 22, 2017

22 agustus 2017

Syukur kepada Tuhan Allah yang menciptakan saya karena kasih karuniaNya yang sangat besar itu.

Semua doa yang disampaikan, diaminkan dan memohon agar diberikanNya pada waktuNya yang tepat.

Tetap setia dan bersabar.

Terima kasih untuk semua doa  yang terucap bahkan yang belum sempat diucapkan untuk saya, untuk semua kasih sayang yang boleh diterima, untuk semua orang didunia ini semoga selalu hidup bersyukur dan bahagia.

Untuk pink velvet dan dinding kamar yang dihias, aku sangat bersyukur.

Rumah, im 28th
Ibotoh Ham do sonaha uhurhu Tuhan, Amen.

Read More......

June 22, 2017

Catatan 1 dv

Ini tulisan tentang saya, tentang seorang perempuan yang usianya sudah 27 dan beberapa bulan lagi akan 28 tahun. Belum menikah dan masih menikmati begini walau terkadang sudah mulai ada lampu kuning dari orang tua. Tapi kali ini bukan tentang itu yang ingin saya tuliskan, ini tentang kehidupan saya dan karakter hidup saya yang terbentuk selama 1,5 tahun ini ketika saya hidup melayani di sebuah pulau kecil yang jauh dari kampung saya, dimana saya harus melewati pinggiran samudera hindia dengan segala keindahannya terlebih gelombang lautnya..haha
Hidup serumah dan bekerja bersama dengan orang yang bukan keluargamu dan bahkan belum pernah kau kenal sebelumnya, bukanlah hal yang mudah ternyata.
Senangnya banyak, sakitnya banyak juga, sukanya banyak banget, dukanya ada juga.

Bagaimana saya hidup serumah dan sekamar dengan seorang perempuan yang juga adalah kakak kelas saya dikampus dan ditempat kerja sebelumnya, bagaimana saya bertemu dengan tiga laki-laki yang belum pernah saya kenal dan belum tau karakter mereka.

24 jam sehari, 7 hari seminggu, selalu bersama mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Di ruang tamu ketemu, didapur ketemu, didepan rumah juga ketemu, iya yang dilihat mereka-mereka saja.

Hidup bersama mereka benar-benar mengubah sebagian prinsip hidup bahkan beberapa sifat saya. Kecuekan saya semakin hari semakin bertambah walaupun seiring itu sikap peduli saya juga meningkat dan entah bagaimana dua hal yang berbanding terbalik bisa berjalan kearah yang sama.
Grumble, salah satu hal negatif yang paling meningkat yang saya rasakan..haha. Greed (mungkin ini kata yang tepat tapi bukan dalam hal makanan tapi dalam hal hak milik) jika itu atau apapun yang sudah menjadi milik saya maka saya sangat tidak suka kalau ada yang mengganggu, mengingini dan mencuri punya saya, saya bahkan tidak akan rela berbagi.

Dibalik itu semua, banyak juga hal menyenangkan. Saya jadi bisa belajar menghargai pendapat orang lain, belajar menerima kekurangan orang lain, menerima semua sifat dan sikap keseharian mereka yang mungkin sangat tidak saya sukai. Mereka bisa menimbakan air mandi kepada kami yang tiba-tiba menjadi perempuan lemah saat ada disisi mereka..haha

Belajar semakin hari semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta saya dan saya bersyukur ketika saya bisa tinggal bersama mereka dan mereka bisa mengisi kehidupan saya.

Setelah, 2 bulan dibiarkan di draft akhirnya di posting saja malam ini tanpa melanjutkan tulisannya, mungkin kapan-kapan..haha

09 agustus 2017
Aku dirumah

Read More......

June 13, 2017

Between Tello and Tanah Masa

Antara pulau Tello dan pulau Tanah masa ada pulau Balegia. Kalau dari tello ke tanah masa, sebelum balegia maka tello masih kelihatan tapi setelah melewati perbatasan ini maka tello akan tertutup dan tanah masa yang akan kelihatan begitupun sebaliknya. Pada garis perbatasan ini kau tidak dapat melihat pulau yang bersebrangan ini, filosopinya pada titik ini jika dihadapkan pada dua pilihan maka kau tidak dapat mengambil keduanya, apapun yang terjadi kau harus memilih salah satu. Jika kau ingin melihat burung yang sedang terbang maka kau tidak bisa sekalian melihat singa yang sedang tidur di rerumputan karena kau tidak dapat mendongak sekaligus menunduk.

Mungkin begitulah kira-kira, jadi tinggal pilih saja salah satu Tello atau Tanah masa, atau mungkin ada pilihan lain kau boleh diam saja tanpa memilih jadi tinggallah di garis Balegia, Tapi diatas segalanya itu yang paling berkuasa adalah Kuasa Tuhan dan kehendakNyalah yang terjadi..hehe

Read More......

May 30, 2017

17.31

Ahh, seandainya saja hujan yang sangat deras ini bisa menghapus semua jejak yang sudah dibuat disini, segampang dia menghapus jejak kaki ayam yang lalu lalang yang menempel dipermukaan tanah. Mungkin akan sangat menyenangkan dan melegakan. Tapi, kenyataannya tidak..haha

Tapi meskipun tidak, terima kasih kepada Tuhan sudah menurunkan hujan sore ini membuat udara yang gerah dari tadi menjadi adem dan melegakan.

Teluk Dalam, Nias Selatan
30.05.17
Hujan turun sangat deras

Read More......

May 13, 2017

Aku

Yang pergi memang harus pergi, yang bukan bagianmu jangan kamu ambil bahkan memikirkan saja jangan. Berdoa saja semoga jatuh ditangan yang tepat.

Berjalanlah terus dalam sukacita Tuhan, perlihatkan senyummu kepada mereka yang tidak mau tersenyum. Karena seperti yang kau tahu bahwa senyum adalah suatu penyakit menular.

Baluta, 28 april 2017
Aku masih terus berjalan dengan sukacitaMu.

Read More......